Lorenzo kalah suara dalam pemungutan suara soal ban depan Michelin

Le Mans – Mayoritas pembalap berbeda pendapat dengan Jorge Lorenzo soal ban depan baru, sehingga akhirnya Michelin mengambil keputusan yang tidak disukai pembalap Ducati itu.
Para pembalap ingin ban depan baru dengan tapak lebih kaku (stiffer) dipakai dalam balapan tanpa opsi lain, sementara Lorenzo menghendaki ban yang sekarang tetap disediakan sebagai alternatif.
Saat pemungutan suara dilakukan, kubu Lorenzo kalah telak 20-3.


Dalam pertemuan dengan Komisi Keselamatan di Le Mans, Prancis, Jumat (19/5) lalu, para pembalap menegaskan kembali keinginan mereka, sehingga Michelin tak punya pilihan lain.
“Di Austin kami sudah menyebutkan berbagai kemungkinan yang ada kalau ban (yang lebih kaku) ini dipilih,” kata bos Michelin, Nicolas Goubert, di Le Mans, Sabtu (20/5) kemarin.

“Para pembalap mendiskusikan di antara mereka sendiri dan kemudian mengatakan kalau ada keputusan yang dibuat, mereka lebih senang hanya dengan satu tipe ban. Karena itu lebih baik dilakukan cek ulang kemarin (Jumat) karena kadang-kadang mereka berubah pikiran. Dan ternyata mereka menegaskan kembali apa yang mereka katakan sejak awal.”
Dalam pertemuan Jumat itu, Lorenzo masih mendebat sengit keputusan mayoritas pembalap sampai membuat emosi Jack Miller (Marc VDS) yang mengatakan padanya: “Opini itu seperti a**hole, setiap orang punya.”

Ban yang baru lebih mampu menjaga stabilitas motor saat masuk tikungan, sementara ban yang dipakai sekarang punya daya cengkeram lebih bagus di bagian samping. Lorenzo diketahui lebih menyukai ban yang sekarang, terutama setelah dia mampu finis ketiga di Jerez dua pekan lalu.
Goubert mengatakan Michelin tak keberatan sama sekali untuk memasok dua tipe ban dalam jangka waktu terbatas.

“Tahun lalu kami punya dua opsi tipe ban berbeda saat musim berjalan dan pilihan itu tersedia untuk beberapa balapan. Jadi ini bukan hal aneh,” kata Goubert. “Opsi untuk melanjutkan (dengan dua pilihan ban) dalam satu atau dua balapan berikutnya telah dibahas di Austin dan para pembalap mengatakan sebaiknya tidak usah saja. Bagi kami bukan masalah besar, kalau harus melakukannya, ayo. Tapi mereka memutuskan tidak usah, sebagian besar lebih suka satu pilihan saja.” “Ketika hasilnya mayoritas begini, saya tidak melihat alasan untuk menentangnya. Kalau misalnya suara yang ada 12 berbanding 11, baru itu jauh lebih sulit.”

Simpati untuk Lorenzo
Goubert mengatakan pihaknya bisa memahami kenapa Lorenzo sangat menentang ban baru tanpa opsi lain. “Yang merasa terganggu mungkin Jorge – dan saya paham posisinya – karena dia baru mulai merasa nyaman. Dia membuat perubahan besar dengan pergi ke Ducati, lalu melakukan banyak perubahan agar dia bisa merasa lebih nyaman dengan motornya. Dia mendapat hasil bagus di Jerez lalu kemudian dia harus menghadapi perubahan ban lagi,” ujarnya.

“Jadi dia butuh sedikit waktu lagi dan bisa dipahami kenapa dia tidak suka dengan keputusan ini. Namun ini keputusan bersama, diambil oleh semua orang, dan saya yakin dia akan segera terbiasa.”
Ban depan baru yang lebih kaku diperkenalkan dalam balapan pamungkas 2016 di Valencia, sebelum kemudian sedikit diperlunak untuk pengetesan pra-musim dan dipakai di semua balapan, termasuk akhir pekan ini di Le Mans.
Sumber: Crash.net