Sirkuit Assen Belanda dibangun pada tahun 1955 dan kini digunakan untuk kejuaraan dunia balap motor, baik Superbike maupun MotoGP. Sebelum ada Sirkuit Assen, ajang balapan di Belanda hanya digelar di jalan umum. Anehnya, setelah Sirkuit Assen dibangun, pembalap Belanda jarang mampu jadi juara dalam balapan resmi. Hanya satu pembalap tuan rumah yang meraih podium di sirkuit ini, yaitu Wilco Zeelenberg. Dia menempati posisi 3 dalam balapan 250cc pada 1994.
Pada musim balap 1950, di kawasan Assen pernah terjadi balapan terlama sepanjang sejarah di kelas 500cc. Total balapan kalapan kala itu, mencapai sepanjang 298 km dengan waktu 2 jam 43,2 detik. Umberto Masetti yang menggeber Gilera keluar sebagai pemenang dalam balapan itu.
Sirkuit Assen yang orisinal digunakan sampai musim 1954 dan memiliki panjang lintasan 16,54 km. Namun ketika dibangun pada 1955, lintasan tersebut dipangkas hingga 7,7 km dan berubah bentuk sehingga panjang lintasannya secara keseluruhan menjadi 6,1 km. Hingga kini bentuk sirkuit tidak mengalami perubahan sejak 2006 dengan beberapa penyesuaian.
Assen adalah sirkuit yang tak pernah absen menggelar grand prix sejak kejuaraan dunia diperkenalkan pada 1949. Dengan sejarah panjang di dunia balap motor itulah muncul julukan “The Cathedral” bagi Assen. Meskipun lintasan lurus hanya 560 meter panjangnya, Assen tetap dikenal sebagai salah satu sirkuit dengan kecepatan rata-rata paling tinggi, dengan 11 tikungan ke kanan dan enam ke kiri yang "mengalir" dan disukai mayoritas pembalap yang ada sekarang, termasuk duo Honda.
Rossi menjadi Raja di Negeri Kincir Angin. Valentino Rossi merupakan rider yang sukses mempertahankan gelar juara di Assen secara berturut-turut. Pembalap berjuluk The Doctor ini meraih kemenangan dua musim beruntun pada 2004 dan 2005. Rossi merebut 8 kemenangan, enam kemenangan di MotoGP dan masing-masing satu di kelas 250cc dan 125cc. Yamaha menjadi pabrikan tersukses di Assen di era mesin 4-tak dengan meraih tujuh kemenangan, sedangkan Honda meraih lima kemenangan. Sedangkan, pabrikan asal Eropa, Ducati meraih satu kemenangan pada 2008.
Pada 1975, terjadai balapan dramatis di kelas 500cc. Ketika itu, dua pembalap Barry Sheene dan Giacomo Agostini menyentuh garis finis secara bersamaan sehingga petugas pencatat waktu menuliskan waktu finis kedua pembalap secara bersamaan. Ketika itu, pencatatan waktu masih menggunakan metode manual.
Subscribe to:
Post Comments
(
Atom
)


Post a Comment