"Saya kira akan finis kedua dan pasrah mendapatkan poin saja, namun saya ingat musim 2005, ketika di kelas 250cc saya menyalip DeAngelis tepat di tikungan ini," kata Lorenzo usai balapan.
Dalam Grand Prix Italia ini, Lorenzo tidak bisa menerapkan strategi dia yang biasa yaitu segera melesat dan menjauh dari para lawannya di putaran-putaran awal. Dia terus ditekan rekan setimnya Valentino Rossi hingga putaran kesembilan ketika motor pembalap tuan rumah itu mengalami kerusakan mesin.
Setelah itu giliran Marquez yang menempel ketat Lorenzo dan mulai menyerang di empat putaran terakhir.
"Laju motor saya tidak terlalu kencang sehingga saya tidak bisa melesat seperti yang saya inginkan. Saya mengeluarkan banyak energi untuk bertahan paling depan dan mungkin Marquez punya energi lebih banyak," kata Lorenzo.
Pada putaran terakhir, Marquez mampu menyalipnya hingga tikungan terakhir terlewati dan tinggal mengandalkan kekuatan mesin di trek lurus menuju garis finis yang hanya beberapa meter lagi.
"Akhirnya motor saya menjadi cukup kencang, saya bisa menemukan celah dari Marquez dan mampu merebut kemenangan tak terduga ini," kata Lorenzo.
Tim Marquez yang sudah siap merayakan kemenangan di sisi pagar pun akhirnya hanya bisa terperangah melihat nama Lorenzo tampil paling atas di papan elektronik.

Post a Comment