Seorang sumber di tim Yamaha mengatakan penyebab paling mungkin dari kerusakan mesin itu adalah undulation atau ayunan bergelombang yang terjadi di lintasan lurus utama Sirkuit Mugello.
Dalam kondisi demikian, ban belakang berputar sekitar 380 km/jam di udara namun tanpa daya cengkeram, sehingga meningkatkan putaran mesin per menitnya atau biasa disebut RPM (revs per minute).
“Hal itu, ditambah dengan perangkat elektronik tahun ini yang kurang canggih dan kurang presisi, kemungkinan berpengaruh pada terputusnya nyala mesin (ignition cut-off),” kata sumber tersebut.
Yamaha sendiri bersikap hati-hati dan tidak ingin terlalu cepat memberi kesimpulan akhir mengenai dua masalah mesin yang terjadi di hari yang sama, dan mungkin juga oleh penyebab yang sama.
Awalnya Rossi menduga bahwa satu komponen yang dipakai dalam mesin dia dan Lorenzo hari itu mungkin produk cacat, namun teori tersebut tidak terlalu kuat seiring berjalannya waktu.
“Anda harus selalu ingat bahwa Valentino melaju di belakang Jorge sepanjang waktu, dan itu artinya dia tidak mendapat udara yang bersih untuk mendinginkan mesin,” kata kru Yamaha tersebut.
“Juga, melaju di dalam slipstream (ruang udara di belakang pembalap lain) membuat motor Rossi mencapai kecepatan yang belum pernah diraihnya sepanjang akhir pekan itu.”
Kecepatan puncak atau top speed Lorenzo adalah 340,9 km/jam di putaran ke-22 dari balapan 23 putaran tersebut.
Sementara itu Rossi bisa mencapai 343,2 km/jam pada putaran ketujuh, dan bisa mengimbangi atau mengungguli rekan setimnya itu lima kali: 340,9 km/jam di putaran kedua, 342,9 putaran keempat, 342,7 putaran keenam, 343,2 putaran ketujuh dan 342,9 putaran kesembilan — yang tidak bisa dia tuntaskan.
Mesin Ketiga
Mesin MotoGP sangat jarang rusak. Bagi Yamaha, kejadian terakhir sebelum itu adalah pada 2012 yang menimpan Ben Spies.
Mesin Rossi yang rusak itu adalah mesin ketiga, dari tujuh mesin yang diperkenankan oleh regulasi. Mesin tersebut mulai dipakai Rossi pada sesi latihan bebas ketiga (FP3) di Jerez, kemudian di FP4, kualifikasi, pemanasan dan balapan yang dia menangi.
Di Le Mans, dia kembali menggunakan mesin itu untuk pemanasan dan balapan saja, seperti halnya di Mugello.
Dengan fakta bahwa pada beberapa sesi latihan Rossi menggunakan dua mesin, artinya mesin ketiga yang rusak itu baru menempuh 500 sampai 550 kilometer, angka yang masih terlalu rendah bagi sebuah mesin untuk bisa rusak.

Post a Comment